Selamat menikmati hari minggu rekan-rekan di luar sana. Hari ini saya mau curhat soal metode yang dipakai dalam pengembangan Goitgoit. Jadi begini, setelah ide membuat web app untuk online seller disepakati, saya datang dengan dokumen-dokumen; penjelasan fitur dan mockup UI aplikasi.
Anes tersenyum dan bilang itu nggak perlu, karena itu ‘metode kuno’ menurut beliau. Berhubung dia adalah ‘master of the freaks’ (penanggung jawab teknis & head R&D) di kantor, saya manggut-manggut dan bertanya; “lantas bagaimana?” Kita pakai agile software development kata dia, yang pada intinya menitikberatkan pada perencanaan awal yang minimal, kolaborasi dan teamwork. Huff, padahal saya pikir tinggal kasih dokumen dan saya bisa santai-santai
Dan begitulah, modul demi modul, fitur demi fitur dirancang dalam scrum meeting yang berlangsung tiap hari jum’at. Scrum ini menjadi titik bagi tiap iterasi pengembangan Goitgoit. Ada baiknya kita kutip kredo dari agile software development:
Individuals and interactions over processes and tools
Working software over comprehensive documentation
Customer collaboration over contract negotiation
Responding to change over following a plan
Dari scrum meeting ini dihasilkan mockup UI, penjelasan fungsional tiap fitur, pembenahan bugs yang ditemukan, dan menentukan pekerjaan pada iterasi berikutnya. Pola development-nya menjadi : Scrum meeting -> development -> unit testing -> bug fixing -> scrum meeting -> development -> … dan begitu seterusnya. Silahkan lihat gambar dibawah ini.

[...] development salah satu produk kami yaitu goitgoit.com yang mana gambarannya dapat dilihat pada blognya product [...]